Detail Cantuman Kembali

XML

cemaran logam berat timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) dalam habitat kupang putih (Corbula faba) di perairan pantai ketingan sidoarjo


Pantai Ketingan Sidoarjo dikenal sebagai salah satu lokasi penangkapan kupang putih (Corbula faba) dan di satu sisi belum juga belum banyak diketahui di sekitar lokasi tersebut terjadi pencemaran logam berat. Hal ini dikarenakan Pantai Ketingan merupakan muara dari aliran sungai berbeda yaitu Sungai Ketingan, Sungai Bangil, dan Sungai Porong. Kelimpahan kupang putih banyak ditemukan di hilir Sungai dan perairan Pantai Ketingan Sidoarjo. Kupang putih merupakan salah satu komoditas utama bahan pangan dan sumber mata pencaharian masyarakat sekitar Pantai Ketingan. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam Pb dan Cd yang terkandung dalam daging kupang putih dan sedimen dengan menggunakan alat Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry (ICP-OES) sebagai metode yang digunakan serta menghubungkan parameter kimia perairan dengan kandungan logam berat Pb dan Cd. Stasiun penelitian terbagi menjadi 3 (tiga) Stasiun yaitu stasiun pertama ujung muara Sungai Ketingan, ujung muara Sungai Bangil, dan Stasiun ketiga yaitu ujung muara Sungai Porong dan perairan Pantai Ketingan Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konsentrasi logam Pb dan Cd pada daging kupang putih dan sedimen melebihi nilai baku mutu yang ditentukan atau bisa dikategorikan tercemar. Nilai konsentrasi Pb dalam kupang putih paling tinggi berada di Stasiun 3 sebesar 0,1391 mg/kg dan nilai konsentrasi Cd tertinggi juga berada pada Stasiun 3 sebesar 0,0425 mg/kg, sedangkan konsentrasi Pb pada sedimen paling tinggi berada di Stasiun 3 sebesar 0,2474 mg/kg dan nilai Cd tertinggi berada di Stasiun 1 sebesar 0,0539 mg/kg. Konsentrasi logam berat Pb dan Cd pada kupang putih lebih tinggi pada Stasiun 3 dan pada sedimen untuk Pb paling tinggi di Stasiun 3 sedangkan untuk Cd berada di Stasiun 1 karena dipengaruhi oleh pH, salinitas, dan DO pada Stasiun 3 yang lebih tinggi dibandingkan dengan lokasi lainnya. Kondisi kupang dan sedimen yang tercemar mencerminkan tantangan besar dalam konservasi lingkungan pesisir, oleh karena itu perlu dilakukan monitoring berkala terhadap kualitas perairan dan biota di Perairan Pantai Ketingan Sidoarjo.
624.25.18 Alf c
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2025
Surabaya
xiii, 74 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...